Mendurhakai Anak Sebelum Anak Durhaka Pada Kita

Oleh: Kiki Barkiah

Credit photo: M Putra Setia

Seringkali para orang tua terjebak dalam harapan-harapan mereka terhadap sikap dan sifat anak, salah satunya adalah sikap anak terhadap orang tua. Padahal jauh sebelum kita dapat menikmati bakti mereka terhadap kita, ada hak-hak mereka yang perlu kita penuhi. Sebaliknya, bisa jadi ketika kita mendapati seorang anak durhaka terhadap orang tua, bisa jadi orang tua tersebut telah dahulu mendurhakainya. Nauzubillah

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda dari hadits Abdullah bin Umar,

“… dan sesungguhnya anakmu memiliki hak atasmu.” (HR. Muslim, no. 1159)

Semoga dengan memahami hak-hak anak terhadap orang tua, kita tidak termasuk orang tua yang terlebih dahulu mendurhakai anak sebelum anak mendurhakai orang tua. Sebagaimana kisah tentang seorang laki-laki yang datang kepada Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu. Orang itu mengadukan perihal kedurhakaan anaknya. Umar pun langsung menghadirkan anak yang dimaksud dan memperingatkan bahwa dia telah durhaka terhadap ayahnya.

Tapi kemudian si anak berkata, “Wahai amirul mu’minin, bukankah seorang anak memiliki hak atas ayahnya?” Umar menjawab, “Benar”. Anak itu lalu berkata, “Hak apakah itu, wahai amirul mu’minin?” Umar menjawab, “Ia harus mencarikan seorang ibu yang shalehah untuknya, memberikan nama yang bagus dan mengajarkannya al-Qur’an”.

Anak lelaki itu berkata lagi, “Wahai amirul mu’minin, sesungguhnya ayahku tidak pernah mengerjakan satu pun dari hal-hal yang engkau sebutkan tadi. Ibuku adalah seorang keturunan Afrika yang beragama Majusi, dia memberiku satu nama yang buruk, dia juga tidak pernah mengajarkan Al-Qur’an walau satu huruf”.

Umar pun berpaling kepada sang ayah dan berkata kepadanya, “Engkau datang kepadaku mengadukan anakmu yang durhaka, padahal engkau telah mendurhakainya sebelum dia mendurhakaimu, engkau telah berbuat keburukan kepadanya sebelum dia melakukan keburukan itu kepadamu”.

Ada beberapa hak anak yang merupakan kewajiban orang tua, ada beberapa hak yang merupakan sunnah untuk dilakukan orang tua. Adapun beberapa hak anak terhadap orang tua, diantaranya:

Hak untuk mendapatkan ibu yang baik

Nabi Shallallahu Alayhi Wasallam bersabda, “Pilihlah wanita yang tepat untuk menanam benihmu, maka nikahilah wanita-wanita yang sepadan dan hendaklah kalian menikahkan mereka.” (HR. Abu Daud).

Hak untuk hidup

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

“dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan.  Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka” (QS. Al An’am: 151)

Hak warisan

Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam bersabda,

“Apabila anak yang lahir menangis, maka ia berhak mendapatkan warisan.”
(HR. al-Haitsami)

Hak untuk dikeluarkan zakat fitrahnya

Dari ibnu ‘Umar rodhiyallohu’anhu ia berkata, “Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam mewajibkan zakat fithroh di bulan Romadhon kepada setiap orang dari kaum Muslimin, merdeka atau budak, pria atau wanita, besar atau kecil sebesar satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum.” (Shohihul Jami

Hak untuk diajarkan kalimat tauhid sebagai kalimat pertama

Nabi saw bersabda yang diriwayatkan oleh al-Hakim, dari Ibnu Abbas r.a.
“Bacakanlah kalimat pertama kepada anak-anak kalian kalimat Lâ ilâha illâ Allâh.”(HR al-Hakim).

Hak untuk diberi nama yang baik

Rasullullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka baguskanlah nama-nama kalian” [HR. Abu Dawud & Al-Baihaqi]

Hak untuk mendapat hadiah di hari kelahirannya berupa nama yang baik, didoakan dan sunnah lainnya

Abu Musa, beliau berkata,

Suatu saat aku memiliki anak yang baru lahir, kemudian aku mendatangi Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau memberi nama padanya dan beliau mentahnik dengan sebutir kurma.” (HR. Muslim no. 2145)

Dari ‘Aisyah, beliau berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam didatangkan anak kecil, lalu beliau mendoakan mereka dan mentahnik mereka” (HR. Muslim no. 2147)

Hak untuk diakikahkan dan dicukur rambutnya

Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya]

Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” [Sanadnya Hasan, Hadits riwayat Ahmad (6/390), Thabrani dalam “Mu’jamul Kabir” 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil]

Hak untuk mendapatkan ASI dan nafkah berupa makanan dan pakaian

Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Baqarah: 233).

Hak untuk mendapatkan pemeliharaan dan tidak disia-siakan

Rasulullah  shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

“Sesungguhnya Allah akan bertanya kepada setiap pemimpin tentang apa yang dipimpinnya. Apakah ia pelihara ataukah ia sia-siakan, hingga seseorang ditanya tentang keluarganya.”

Hak untuk mendapatkan pendidikan yang baik

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik.” (HR. Al Hakim: 7679).

Hak untuk mendapat bimbingan akhlak

Nabi SAW bersabda, “Tidak ada pemberian seorang ayah yang lebih baik, selain dari budi pekerti yang luhur.” (HR at-Tirmizi).

Hak untuk didoakan

Sebagaimana yang dicontohkan Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam dimana beliau berdoa,

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40)

Hak untuk mendapat perhatian dan kasih sayang termasuk mewujudkannya dalam ekspresi kasih sayang dalam bentuk fisik seperti ciuman pelukan dll

Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium Al-Hasan bin ‘Ali, dan di sisi Nabi ada Al-Aqra’ bin Haabis At-Tamimiy yang sedang duduk. Maka Al-Aqro’ berkata, “Aku punya 10 orang anak, tidak seorangpun dari mereka yang pernah kucium”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallampun melihat kepada Al-‘Aqro’ lalu beliau berkata, “Barangsiapa yang tidak merahmati/menyayangi maka ia tidak akan dirahmati.” (HR Al-Bukhari no 5997 dan Muslim no 2318)

Hak untuk di penuhi kebutuhan jiwanya melalui candaan dan bermain bersama

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Siapa memiliki anak kecil, hendaklah ia bercanda dan bermain dengan mereka.” (HR. Ad-Dailami dan Ibnu ‘Asakir)

Dari Ya’la bin Murrah ia berkata, “Kami keluar bersama Nabi lalu kami diundang untuk makan. Tiba-tiba Husain sedang bermain di jalan, maka Rasulullah segera (menghampirinya) di hadapan banyak orang. Beliau membentangkan kedua tangannya lalu anak itu lari ke sana kemari dan Nabi mencandainya agar tertawa sampai beliau (berhasil) memegangnya lalu beliau letakkan salah satu tangannya di bawah dagu anak tersebut dan yang lain di tengah-tengah kepalanya kemudian Rasulullah menciumnya,” (HR. Bukhari).

Hak untuk memperhatikan teman sepergaulanya

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

“Seseorang bergantung pada agama temannya. Maka hendaknya ia melihat dengan siapa dia berteman

Hak untuk diarahkan dalam bermain dengan permaian yang tidak sia-sia

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Segala sesuatu yang tidak mengandung dzikirullah padanya maka itu adalah kesia-siaan dan main-main kecuali empat perkara: yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.”

Hak untuk dikhitan
Sebagaimana hadits nabi :

“Kesucian itu ada lima; khitan, mencukur rambut kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kumis, dan memotong kuku.”
(HR. al-Bukhori)
Hak untuk diberikan pendidikan shalat dan mendapatkan tempat tidur yang sesuai

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur 7 tahun, dan kalau sudah berusia 10 tahun meninggal-kan shalat, maka pukullah ia. Dan pisahkanlah tempat tidurnya (antara anak laki-laki dan anak wanita).”

Hak untuk mendapatkan kesehatan

Rasulullah SAW bersabda

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah Azza wa Jalla dari pada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan.” (HR. Muslim no. 2664)”

Hak anak untuk dinikahkan

Allah berfirman,

وَأَنكِحُوا الأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

”Kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui.” (QS. An-Nur: 32).

Hak anak untuk dibimbing seumur hidup agar terhindar dari api neraka

Hai orang-orang yang beriman,, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; peniaganyahji malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yangkepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang di perintahkan.
[at-Tahrîm/66:6]

Semoga dengan ikhtiar kita memenuhi hak-hak anak, Allah ridho mengkaruniakan anak-anak sholih yang menjadi penyejuk mata serta menjadi simpanan terbaik di akhirat kelak. Mereka dapat berbakti dengan baik kepada kita sejak di dunia hingga di akhirat. Aamiin

Leave a Reply