Membaca Data Kasus Covid-19 dari Kemenkes

Mengapa kasus positif Covid-19 nggak turun, malah beberapa hari ini jumlahnya bertambah banyak?
Bahkan dua hari terakhir mencatatkan rekor baru 693 dan 973 kasus positif (terinfeksi).

Seminggu terakhir, pemerintah meningkatkan jumlah tes covid setiap harinya, jumlah tes yang dilakukan lebih banyak dari sebelum-sebelumnya.
Dan ada korelasi nyata, dimana semakin banyak yang dites semakin banyak jumlah yang positif.
Artinya pula, jika jumlah tesnya diperbesar lagi… diperbesar lagi…. maka kemungkinan akan semakin banyak lagi pertambahan jumlah yang positif. Sangat mungkin jumlah pertambahan positif, angkanya bisa ribuan per harinya.

Jika sejak awal maret jumlah tesnya bersifat massal, ratusan ribu hingga jutaan yang dites per harinya, maka bisa jadi jumlah orang terinfeksi selama 3 bulan ini mencapai lebih dari 1 juta jiwa.

Persoalannya, selain karena kemampuan pengadaan test kit yang amat terbatas, kapasitas fasilitas kesehatan di negeri ini juga amat sangat terbatas. Sehingga pilihan paling mungkin adalah isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan petugas Faskes 1 yang tentu saja mesti rajin berkomunikasi dengan pasien, mengingat budaya kedisiplinan sebagian masyarakat masih rendah.

THE NEW NORMAL

Terlepas dari itu semua, ada hal yang menjadi perhatian saya, tren meningkatnya pertambahan jumlah kasus positif, manakala jumlah tes diperbesar, menunjukkan ada banyak orang tanpa gejala (OTG) di sekitar kita, hanya karena tidak pernah dites, mereka tidak tahu kalau mereka OTG. Juga orang-orang disekitarnya juga tidak menyadari kalau berinteraksi dengan OTG.
OTG itu bisa saya atau pun Anda, kita nggak tahu pasti.

Saat PSBB dilonggarkan dan kemudian akhirnya dicabut, kita akan kembali menjalani rutinitas keseharian. Namun tentu saja dengan kondisi lingkungan (kesehatan) yang tak lagi sama seperti sebelumnya. Ada Covid-19 (SARSCov2) di sekitar kita, ada OTG yang membawa virus itu kemana-mana. Tapi kita tidak tahu nempel di mana atau nempel pada siapa virus tersebut. Kita mengalami era yang disebut sebagai The New Normal.
Keselamatan kita amat sangat tergantung pada ikhtiar kita dan tentu perlindungan Allah SWT.

Wallahumusta’an.

Setia Lesmana

Leave a Reply