Cacat Pikir Bossman Mardigu Soal HI

bossman mardigu

Di kanal Deddy Corbuzier, Bossman Mardigu menyebutkan bahwa selat-selat di Indonesia (Selat Sunda, Malaka, Lombok, dan Makassar) begitu berharga untuk jalur pelayaran internasional, sehingga sudah selayaknya Indonesia memasang tarif USD 1 per ton bagi semua kapal-kapal yang melaluinya. Biaya yang kecil dibanding dengan valuasi dari tiap-tiap ton barang yang dikirimkan.

Apa benar demikian?

Simak wawancara Pengamat Hubungan Internasional Hafizh Mulia.

1. Mengapa Anda Menilai Bossman Mardigu Gagal Memahami Kompleksitas Interaksi Negara di Level Internasional?

Saya bilang bahwa boss man gagal paham soal interaksi negara-negara di tingkat internasional

Karena yang saya dengar dalam video tersebut dia melakukan over simplifikasi

bahwa hanya ada Indonesia, hanya ada Tiongkok, dan hanya ada Amerika Serikat, negara lain nggak relevan

Karena kita cuma ngasih upeti tersebut, satu dolar tersebut ke Tiongkok dan ke Amerika Serikat

Tapi apa iya, aliansi tradisional Amerika Serikat tidak marah ke Amerika Serikat yang malah memposisikan dirinya dengan Indonesia

Karena pasti itu akan merugikan bisnis dan segala macam kan

Negosiasinya akan sangat endless akan sangat panjang dan akan sangat rumit

belum lagi misalnya Malaysia yang punya posisi juga di Selat Malaka

Singapura yang paling diuntungkan sekarang dengan adanya Selat Malaka

Terus bagaimana kalau misalnya tiba-tiba yaudah Malaysia atau Thailand

di Thailand Selatan atau Malaysia bagian Barat itu mereka bikin terusan kayak terusan Suez

Terus akhirnya Selat Malaka jadi nggak untung

Atau kalau misalnya Australia lewat dari Selatan ke Utara atau sebaliknya

Dia pengen lewat tapi ada tarif tersebut, apa Australia nggak akan marah ke Amerika Serikat sebagai Tradisional LA

untuk mengizinkan Indonesia memiliki tarif tersebut untuk melewati wilayah lautnya

Apa negara lain nggak bakal ikutan gitu yang punya laut?

kan yang punya laut nggak cuma Indonesia kan

Apa mereka nggak bakal marah ke Indonesia?

Apa mereka nggak bakal melakukan hal yang sama ke kapal Indonesia kalau misalnya kita bikin kayak begitu?

Ada banyak endless possibilities yang menurut saya, kalau misalnya kita menerapkan apa yang ide tersebut ucapkan apa yang ide tersebut haturkan

Kita akan bisa alih-alih untung, kita bisa malah jadi negara yang dikucilkan

Karena kita proteksionis, kita isolasionis kita pasang tarif dan segala macam

Poinnya adalah kita udah punya unclos bagaimana ini kita bisa exercise

Kita sudah beruntung bahwa wilayah kita 2,5 kali lipat lebih besar dari tahun 1957

Deklarasi Juanda diperjuangkan

Jadinya ya, ini sudah sebuah keuntungan yang besar

apa kita rela pasang resiko besar tersebut

kehilangan seluruh 2,5 kali lipat tadi yang kita punya

hanya demi ketidak pastian dengan membangun 1US dollar per ton.

baca juga : Cara Membaca Data Kasus Covid-19

2. Bossman Mardigu Anda Sebut Gagal Memahami Perjuangan Indonesia Mendapatkan Status Negara Kepulauan, Bisa Jelaskan?

Deklasrasi juanda itu memperjuangkan Indonesia wilayah lautnya

Dulu kalau misalnya kita pulau 3 mil

Disini misalnya ada 200 mil, 200 mil nya ini jadi punya dunia internasional, bebas

Sekarang kalau ada pulau-pulau satu wilayah negara

ini jadi punyanya satu negara tersebut

jadi ada 33 mil tadinya terus tapi ada 200 mil lagi, 200 mil atau 300 mil

Selama antar pulau jadi milik Indonesia

akhirnya Indonesia nambah 2,5 kali lipat kan kepemilikan wilayahnya

Kalau misalnya kita melanggar unclos ini yang udah memberikan Indonesia 2,5 kali lipat wilayah lebih besar

kemampuan kita untuk menguasai kedaulatan laut kita sendiri

demi biaya 1US dollar per ton tersebut

Apa tidak mungkin negara lain bakal

oke kalau misalnya unclos saja kalian cederai kalian langgar kenapa kita nggak bisa melanggar unclos tersebut

Apalagi mempertimbangkan tadi di level pertama di level internasional bahwa

Banyak negara yang memiliki kapabilitas laut yang lebih besar daripada Indonesia

Ini yang saya khawatirkan dapat menjadi bumerang buat Indonesia

Saya tidak mempermasalahkan Boss man secara langsung bahwa idenya salah

Tapi saya ingin memberikan pertimbangan bahwa mereka yang mendukung, bahwa ide tersebut mungkin

ada floss yang bisa kita tambal, ada floss yang mungkin bisa kita koreksi bersama

Jadi penting buat kita melihat juga situasi di dunia internasional seperti apa

dan kalau misalnya kita abai sama situasi intenasional tersebut kita gak peduli kita merasa paling kuat

takutnya kita cuma PD tapi kita nggak punya kekuatan sebenarnya

dan ketika dunia bersatu melawan kita untuk punya akses ke laut tersebut kita nggak bisa ngapa-ngapain

bahkan Amerika Serikat pun saya yakin

Kalau misalnya dia punya laut seperti Indonesia dia belum tentu berani untuk melakukan hal tersebut saat ini

karena mnegubah hal tersebut, mengubah tatanan internasional balance of power di level internasional

demi kepentingan domestik yang menurut saya juga saya rasa angkanya tidak terlalu besar

apalagi mengingat biaya yang mungkin dikeluarkan demi membangun infrastuktur tarif tersebut

itu akan sangat blunder buat Indonesia untuk kepentingan domestiknya Indonesia sendiri

atau bahkan akan membahayakan kedaulatan si Indonesia sendiri

3. Mengapa Mardigu Dianggap Gagal Memahami Perdagangan Bebas Bergerak menggunakan Mekanisme Pasar?

4. Anda Dinilai Pembaca Terlalu Serius Menanggapi Mardigu Padahal yang Disebut Mardigu hanya Permisalan, Apa Tanggapan Anda?

Untuk jawaban pertanyaan 3-4 simak wawancara dalam tayangan berikut:

Leave a Reply