Alasan Kenapa TikTok Akan Jadi Masa Depan Medsos

Siapa anak milenial bahkan gen z yang nggak mengenal aplikasi TikTok? Nyaris semua kenal terutama yang sudah memegang gadget dan punya jaringan internet entah pakai paket data atau numpang tethering.

Aplikasi yang dibuat 2012 dan dirilis pada pada September 2016 ini awalnya adalah perusahaan asal China, ByteDance. ByteDance meluncurkan aplikasi video pendek bernama Douyin. Dalam waktu 1 tahun, Douyin memiliki 100 juta pengguna dan 1 miliar tayangan video setiap hari.

Douyin pun melakukan ekspansi ke luar China, termasuk Indonesia, dengan nama baru yang lebih catchy, yakni TikTok.

Tahu nggak? TikTok itu bisa menjadi masa depan media sosial (medsos) lho. Kenapa?

  1. TikTok Mengambil Market di Antara Instagram dan YouTube

Konsepnya mirip banget kayak instagram. Dan konten-kontennya mirip banget dengan YouTube.

Saat ini pengguna media sosial lebih tertarik melihat video ketimbang sekadar foto atau gambar. Makanya TikTok bisa menjadi media sosial.

  1. Menabrak Pakem-Pakem Aturan Medsos Lainnya

Seperti kita tahu, Instagram itu identik dengan unggahan foto atau video yang estetik, keren, mahal dan sebagainya–makanya ada istilah instagrammable hingga resto-resto dan tempat umum lainnya pengin tempatnya jadi shot yang kece buat IG-an.

Sementara TikTok tidak demikian. TikTok jauh dari kata jaim (jaga image). Mereka bisa memposting apapun dan tidak takut kena copyright musik seperti kanal YouTube.

Kalau kamu pengin bisnis, jangan malu untuk mempromosikan produk kamu ke TikTok. Sekelas Bi Em Dabelyu alias BMW saja menggunakan aplikasi–yang katanya identik dengan joget-joget padahal nggak– ini.

https://www.instagram.com/p/B-jP2r0Hh0m/

Leave a Reply